Refreshing view

Tuesday, 29 April 2008

PROFESSOR TERMUDA

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya "pulang ke Jepang" untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila.

Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia . Kenapa?



Nelson Tansu lahir di Medan ,20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang.

Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai "The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award" mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia .

Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang mencoba membajaknya untuk "pulang". Tapi dia selalu menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia . Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di Amerika , ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia . Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.

Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di Indonesia . Ia menyatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?

Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore ,gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia . Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk
tidak bekerja di Indonesia .

Panggilan seorang profesor atau dosen adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk "cari makan".

Read more...

Monday, 31 March 2008

Preparing for UN

Detik-detik menjelang ujian akhir adalah detik-detik yang begitu cepat. Maka bersungguh-sungguhlah, karena waktu takkan menunggu bahkan takkan kembali hanya untuk memberikan kelonggaran dan kesempatan untuk sedikit bernapas lega dan belajar serius. Persiapan fisik dan mental merupakan hal yang penting untuk menghadapi situasi ujian yang mendebarkan.

Penting!!! Jangan memaksakan diri untuk belajar terus-menerus! Just slow... Santai aja, tapi jangan nyantai banget. Jadilah orang yang tawadzun/ balance/ seimbang, jangan memporsir dan mendzolimi diri sendiri. Percuma belajar dijalani tapi kemudian sakit.

Contoh kasus:
5 minggu sebelum UN si A belajar mati-matian, bimbel ke sana ke sini, Senin sampai Jum'at pulang jam 5 sore bahkan ba'da Maghrib karena belajar bersama dan les di sekolah, Sabtu Minggu les di Private Course dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang, dan begitu seterusnya. Hingga akhirnya jatuh sakit 4 hari sebelum UN. Hari pertama UN benar2 menjadi hari yang berat, sakit semakin menjadi. Mengerjakan soalpun sekuatnya berpikir, semampunya menjawab, pasrah. Hari kedua dan ketiga sakit tak kunjung sembuh hingga berpikirpun tak optimal. Hanya mengandalkan sedikit konsentrasi dan tangan yang entah kemana arahnya menghitamkan bulatan lembar jawaban soal. Hasil akhir serahkan saja pada Yang memberikan cobaan sakit, Sang Khaliq.

Padahal begitu berharganya sehat, so priceless, tapi mengapa tak pernah tersirat sedikitpun bahwa nikmat sehat itu benar2 tidak ada bandingnya. Menjadi sehat setelah sakit bukan hal yang instant seperti mie instant yang hanya perlu waktu beberapa menit untuk menikmatinya. Betapa kita harus bersyukur menjalani kehidupan ini.

Besides, persiapan mental juga menjadi penentu yang tak kalah penting dengan persiapan fisik. Bagaimana caranya? Berusaha menjadi optimis (bukan sombong ataupun over PD) dengan belajar seoptimal mungkin (tapi ingat, jangan dipaksakan sampai bikin stress), kemudian rajinlah beribadah, shalat tepat waktu, tambah dengan ibadah sunnah, perbanyak istighfar di setiap waktu luang, and also the important one "pray", ya! Berdo'a, komunikasi dengan-Nya, do'akan juga teman2 lainnya. Karena malaikat akan mengamini dan kemudian mendo'akan hal yang sama ketika kita mendo'akan teman kita dengan mengatakan: "Dan begitu juga bagimu.". Maka saling mendo'akanlah... Satu hal lagi, setiap pamit pergi sekolah mintalah dido'akan kepada orangtua kita. Do'a orangtua adalah do'a yang paling dekat dengan anaknya. Semoga dipermudah jalannya oleh Allah SWT... aamiin...

Selamat Berjuang!!! Semangat! Mudah-mudahan lulus dengan hasil yang memuaskan... aamiin...
Read more...

Wednesday, 20 February 2008

Prediksi Soal-soal UN SMA

Nah, berikut ini ada beberapa file mengenai kisi-kisi Soal UN SMA 2008 dan Kunci Jawabannya:

File tersebut didapat dari http://www.banksoal.sebarin.com/, jadi kalo kamu ingin mendapatkan lebih banyak soal for example prediksi soal USM ITB, UM UGM, prediksi soal SPMB 2008 atau mungkin soal-soal tahun sebelumnya, silakan saja klik link tersebut or click here. Good luck ya... smoga bermanfaat.
Read more...